Selasa, 22 Agustus 2017
Tolak dan Cegah Narkoba di masyarakat, BNNK Bonbol Gelar Rakor Pemberdayaan Altenatif P4GN antar Pemerintah Desa dan Kelurahan.

BoneBolango-Gorontalo, Rabu (23/11) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango gelar rapat Koordinasi antara Instasi Terkait Guna Melakukan pemberdayaan alternative Dalam Upaya pencegahan, pemberantasan, dan penyalahgunaan, peredaran gelap narkotika . Rapat koordinasi yang bertempat di Gedung Pertemuan Hotel Maqna Gorontalo tersebut dihadiri oleh peserta sebanyak 20 orang dari kalangan pemerintah desa, lurah, LPM, BPD, Karang Taruna,LSM Gerhana dan instansi terkait seperti kesbangpol dan Satpol PP.

Rapat yang dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bone Bolango , Abdul Haris Pakaya, S.Pd. M.Si dihadiri juga oleh narasumber dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo yakni kepala bidang Pencegahan dan Pemberdayaan masyarakat dan Kasat narkoba Polres Bone bolango AKP Ismail Husain.

Dalam Rakor tersebut BNNK Bone Bolango Mengajak kepada beberapa elemen masyarakat dalam upaya menekan peredaran gelap narkotika di wllayah kawasan bone bolango khususnya wilayah pesisir dan wilayah perbatasan dengan daerah lain Seperti daerah Sulut dan Sulteng.

Kabid Pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNNP gorontalo, Abdul Muchars daud, SE mengatakan bahwa kejahatan narkotika, merupakan kejahatan yang luar biasa, maka dari itu PIhak BNN melakukan kerja sama dengan instansi terkait guna untuk merapatkan organisasi dalam memberantas narkoba, dan memberikan pemberdayaan alternative bagi pengedar, produsen dan penanam narkoba.

“mereka perlu diberi usaha agar mereka terhindar dari kegiatan penyalahgunaan narkotika sesuai uu no 35 tahun 2009 yang menekankan pemberdayaan alternative pada masyarakat”, ungkap Muchars.

Lebih lanjut muchars menekankan bahwa untuk Di Gorontalo pemberdayaan alternatif umumnya berada dalam domain dinas sosial. Pasca rehabilitasi diberi pelatihan perbengkelan, sablon dan sebagainya, serta diberikan modal usaha.

Selain itu Kasat narkoba Polres Bone Bolango, AKP ismail Husain menanggapi siap memberikan pelayanan penyuluhan dengan mobil yang memiliki perangkat eletronik/IT yang lengkap.

Kami sudah lakukan pemetaan di daerah pesisir, dan yang terinformasi barang masuk dari wilayah kepulauan, yaitu togean via kapal ferry. Kekurangan kita (Polres Bonbol, Kota, Polda dan BNN) adalah alat pendeteksi, Peredaran berbentuk jaringan, sehingga penanganannya harus terorganisir dan cerdas. Tapi kita kalah secara financial, Papar Ismail.

Beberapa hal Menjadi Bahan untuk BNNK Bone Bolango sebagai masukan dari peserta seperti pembentukan pos pantau serta berkoodinasi dengan pihak kecamatan maupun pihak pemerintah desa jika mengadakan sosialiasi.

Kepala BNNK Bonbol, Abdul Haris Pakaya menambahkan agar menyepakati untuk pembentukan pos pantau bahaya narkoba dengan memberdayakan masyarakat .

Pemberdayaan masyarakat hanya bisa dapat terlaksana apabila masyarakat dapat berpartisipasi dan menggerakkan sikap menolak narkoba. Agar para bandar narkoba bisa bankrut sehingga dapat mencegah penyalahgunaan narkoba, imbuh Haris. #stopnarkoba