Minggu, 26 Februari 2017
STRATEGI PENANGGULANGAN BAHAYA NARKOBA SEJAK DINI ( ANAK TK DAN SD DALAM)

LATAR BELAKANG


Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini sebagaimana menjadi dasar penegakan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, (2013: 103) adalah nilai-nilai agama dan nilai budaya bangsa Tidak dijadikan sumber etika dalam berbangsa dan bernegara oleh sebagaian masyarakat. Hal ini kemudian melahirkan krisis akhlak dan moral yang berupa ketidak adilan, pelanggaran hukum, dan pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Di Indonesia sendiri, trend perkembangan penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan terlarang semakin hari semakin marak dan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Makin meningkatnya penyalahgunaan obat-obat (terlarang) oleh sementara generasi muda dan kalangan remaja khususnya, semakin mencemaskan mengingat intensitas penyalahgunaan obat akhir-akhir ini selain makin marak, juga makin meluas sehingga dapat membahayakan.
Hasil Survei Nasional Perkembangan Penyalahguna Narkoba Tahun 2014 disebutkan bahwa Di Indonesia diperkirakan jumlah penyalahguna narkoba setahun terakhir sekitar 3,1 juta sampai 3,6 juta orang atau setara dengan 1,9% dari populasi penduduk berusia 10-59 tahun di tahun 2008. Hasil proyeksi angka prevalensi penyalahguna narkoba akan meningkat sekitar 2,6% di tahun 2013 (BNN, 2011).3 Fakta tersebut di dukung oleh adanya kecenderungan peningkatan angka sitaan dan pengungkapan kasus narkoba.Data pengungkapan kasus di tahun 2006 sekitar 17.326 kasus, lalu meningkat menjadi 26.461 kasus di tahun 2010. Demikian pula data sitaan narkoba untuk jenis utama yaitu ganja, shabu, ekstasi, dan heroin. Hasil survei tersebut menunjukkan usia rentan penyalahgunaan Narkoba adalah usia 10 tahun sampai dengan 59 tahun. Angka ini akan terus meningkat sekitar 2,6% pada tahun 2013.
Usia 10 tahun masih termasuk dalam kategori usia anak, yang berada pada tingkatan pendidikan Sekolah Dasar. Hal ini jelas mempertegas bahwa anak usia SD telah masuk dalam kategori ‘coba pakai’ narkoba. Sehingganya hal ini membutuhkan beberapa strategi dan pendekatan khusus dalam penanganan bahaya narkoba yang mulai merambah dunia pendidikan.
Untuk itulah maka, BNN Kabupaten Bone Bolango akan berupaya menerapkan beberapa strategi dan pendekatan untuk mengurangi atau memberikan pemahaman dasar terhadapa anak usia pra sekolah (TK) dan anak usia sekolah pada jenjang pendidikan SD.
Adapun kerangka pikir yang dibangun untuk tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut:

 

pencegahan narkoba sejak dini

Tahapan-tahapan kegiatan:
1. Persiapan
a. Pembentukan Poka Kabupaten, dan Kecamatan (Unsur/Stake holder)
b. Penyiapan TOR (term of reference) oleh Pokja
c. Penyusunan Action Plan
2. Pelaksanaan
a. Penerapan Action Plan
b. Pengawasan dan Koordinasi
3. Monitoring dan Evaluasi
a. Evaluasi program
b. Revisi program