Sabtu, 18 November 2017
SOSIALISASI P4GN DAN RAZIA MASSAL DI KALANGAN PELAJAR SMP

Gorontalo/Bone Bolango. Dalam rangka memenuhi undangan sosialisasi di SMPN 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango Menggelar Kegiatan pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) secara terpadu di sekolah. Kegiatan itu dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi massal kepada 150 siswa pelajar dan razia pelengkapan dan isi tas siswa di seluruh ruangan SMPN 1 Kabila pada kamis pagi (31/08) bertempat di aula dewan guru sekolah tersebut.

Personel yang diturunkan dalam kegiatan itu meliputi tim gabungan BNNK Bone Bolango antara lain dari seksi Pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M), seksi rehabilitasi, dan seksi pemberantasan. Tim gabungan BNNK Bonbol yang dipimpin oleh kasie brantas, AKP Fredy Rubai, SH bersama anggotanya dan tim seksi Rehabilitasi melakukan razia pemeriksaan isi tas siswa di seluruh ruangan kelas sekolah dan pemeriksaan tas berakhir di antara ratusan siswa yang sedang mengikuti gelaran sosialisasi bahaya narkoba.

Dalam sosialisasi bahaya narkoba, Seksi P2M di BNNK Bone Bolango melalui Plt. Kepala seksinya Mulyati Imran, SKM menyampaikan bahwa efek narkoba sudah menjerat generasi muda, terutama para pelajar di kalangan siswa dari SMP maupun SMA. sehingga itu diwajibkan kepada para siswa untuk tetap waspada dan berhati-hati agar tidak terjerumus ke penyalahgunaan narkoba. Mulyati juga menampilkan film-film bahaya narkoba, efeknya dan narkoba jenis baru yang marak beredar di Indonesia.

Kepala BNNK Bone Bolango, Abdul Haris Pakaya, S.Pd. M.Si yang tak lupa juga hadir dalam kegiatan tersebut, mengingatkan kepada siswa agar selalu menjaga kesehatan dan terus melakukan aneka kegaiatan yang positif agar terhindar dari bahaya narkoba.

Haris menyampaikan bahwa siswa dikalangan SMP ini sudah mulai coba-coba terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, sesuai laporan dari masyarakat.

“Kami Menerima info dari masyarakat bahwa ada sekelompok siswa yang mulai coba pakai dan mulai terlibat penyalahgunaan obat-obatan di sekolah ini, makanya kami dari tim BNNK melakukan sosialiasi dan pemahaman narkoba sekaligus razia isi tas kalian untuk mencegah dan memberantas narkoba ini agar tidak merasuki otak dan pikiran kalian”, tutur Haris dalam paparannya.

AKP Fredy Rubai, SH sebagai ketua tim dalam kegiatan tersebut menyampaikan kepada siswa yang hadir bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan seksi pemberantasan BNNK yang menemukan siswa yang terlibat dalam penyalahgunaan zat adiktif yaitu lem fox dalam jumlah yang banyak.

“Kami dari pihak BNNK akan menyembuhkan siswa tersebut, dan kalian tidak usah takut dan tidak usah lari kalau ditemukan zat-zat adiktif di dalam tas kalian”, papar Fredy dihadapan ratusan siswa yang sedang diperiksa tasnya oleh Tim BNNK.

Sosialiasi narkoba dan sidak isi tas siswa di sekolah ini mendapat sambutan yang baik pihak sekolah. Mereka menyampaikan dukungan kepada BNNK untuk terus mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Hasil penelusuran dari tim brantas dan tim rehab ditemukan ada beberapa siswa yang membawa obat-obatan berefek psikoaktif dan oleh petugas BNNK segera diasesment dan masih ditelusuri lebih lanjut keaadan siswa apa menderita penyakit atau hanya ingin memakai obat tersebut secara bebas.#StopNarkoba