Sabtu, 18 November 2017
Sekolah Harus Fasilitasi Relawan Anti Narkoba

Bone Bolango/ Gorontalo—Sekolah harus memfasilitasi para relawan anti narkoba. Untuk itu masing-masing sekolah perlu menyediakan ruangan khusus sebagai pusat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), baik sebagai wadah berkumpul dan berdiskusi bagi para relawan, maupun sebagai tempat layanan konsultasi atau konseling bagi peserta didik yang memiliki kerawanan narkoba yang tinggi atau memperlihatkan indikasi kecanduan.

Itulah yang menjadi pesan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango, Abd. Haris Pakaya, S.Pd, M.Si. saat memipin jajarannya melaksanakan Supervisi Hasil Implementasi Kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan PeP4GN di Lingkungan Pendidikan, yang bertempat di SMP Negeri 2 Kabila, Kamis (12/10).

Haris menerangkan bahwa ruangan yang dimaksud dapat dikondisikan dengan fasilitas yang ada di sekolah, misalnya dengan menyatukannya dengan ruangan Bimbingan dan Konseling (BK). Ia juga menjelaskan bahwa idealnya relawan anti narkoba yang telah dibentuk sekolah selalu berada di bawah koordinasi guru BK selain dengan bagian kesiswaan dan Kepala Sekolah bersangkutan.

“Pembentukan relawan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang melibatkan peran serta siswa, pendidik, dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di sekolah maupun di masyarakat,” jelasnya.

Kepala BNNK Bone Bolango menggambarkan kedaruratan narkoba di Indonesia yang telah dalam tingkat yang mengkhawatirkan. Bisnis narkoba yang menggiurkan membuat para pengedar dan penyelundup nekat menempuh segala cara untuk memasarkan barang haramnya, termasuk dengan mendekati anak-anak dan remaja.

“Untuk itu perlu memutus peredaran narkoba dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap kalangan remaja. Kita harus terus menerus mengingatkan anak-anak akan bahaya dan dampak buruk dari mencoba menyalahgunakan narkoba.

Dalam kesempatan yang sama dilakukan Penandatanganan MoU antara BNNK Bone Bolango dengan SMPN 2 Kabila Tentang Pelaksanaan Dukungan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Lingkungan Pendidikan.

Turut hadir dan ikut menandatangani MoU, Kepala SMPN 2 Kabila, Drs. H. Suleman Poluwa.

Suleman menyambut baik kunjungan BNNK Bone Bolango ini dan bertukar pikiran mengenai berbagai langkah dan permasalahan yang melibatkan kejahatan narkoba. Menurut Suleman pihaknya akan berupaya memfasilitasi relawan anti narkoba sebab menyadari bagaimana dampak yang ditimbulkan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bagi generasi muda harapan bangsa. #Stopnarkoba  (jam)