Sabtu, 18 November 2017
Pertebal Imtaq Bentengi Diri dari Narkoba

Bone Bolango/ Gorontalo—Sebagai unit terkecil dalam masyarakat, keluarga memiliki peran  yang penting dalam menangkal bahaya narkoba. Salah hal yang harus diperkuat dalam lingkungan keluarga adalah iman dan taqwa (imtaq). Dengan imtaq dan akhlak yang baik akan mampu menjadi benteng dalam mencegah bahaya narkoba masuk ke dalam keluarga.

Hal ini diungkapkan Plt. Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango, Mulyati Imran, SKM, saat mengisi dialog interaktif di Radio Suara Rakyat Hulondalo Gorontalo, Rabu (11/10) di Kantor Suara RH, Kota Gorontalo.

Dalam dialog dengan tema: Remaja yang Berakhlak Bebas dari Narkoba tersebut Mulyati meminta para orang tua mengintensifkan pendidikan agama dan budi pekerti kepada anak-anak. Menurutnya waktu terbesar anak adalah di rumah, sehingga porsi pendidikan yang paling banyak diserap anak adalah keluarga.

Mulyati mengingatkan di zaman teknologi informasi ini, anak harus dilindungi dengan melakukan pengawasan, pendampingan dan penyaringan (filterisasi) dari terpaan informasi yang tersebar melalui media elektronik, media online dan media sosial.

“Kita tidak mungkin membendung arus informasi dari media atau melakukan pelarangan total karena di satu sisi kita membutuhkan media sebagai sumber pengetahuan terbaru dan informasi positif. Namun harus pula ada pengawasan ketat serta edukasi kepada anak agar mereka mampu memilah mana pengetahuan dan informasi yang berguna bagi mereka dan mana yang tidak,” jelas Mulyati.

Ia mencontohkan maraknya tayangan yang mengajarkan gaya hidup yang tidak sesuai dengan budaya Timur di televisi dan media online. Untuk itu orang tua harus meningkatkan kualitas dan kuantitas komunikasinya dengan anak. “Harus saling terbuka dan mau saling mendengarkan. Jadikan orang tua sebagai tempat curhat anak. Jangan sampai mereka malah curhat dengan orang luar yang nantinya malah menyesatkan,” pesannya.

Penyuluh Narkoba Seksi P2M BNNK Bone Bolango, Muzzammil Massa, S.Sos yang juga menjadi narasumber menjelaskan sifat ingin tahu anak merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari proses pendewasaan diri. Namun harus diingat bahwa dalam hal narkoba, sifat ingin tahu ini biasanya berujung dengan coba-coba. Sementara mencoba narkoba sama artinya dengan menjerumuskan diri dalam kecanduan yang sulit dipulihkan.

“Kalau pun bisa, maka proses pemulihan tersebut akan memakan waktu panjang dan biaya yang besar. Karena itu tak boleh ada istilah coba-coba kalau itu menyangkut narkoba,” ujar Muzzammil.

Ia mengharapkan orang tua tidak segan mengawasi keseharian anak dan melaporkan kepada BNN jika menemukan hal-hal mencurigakan berkenaan dengan anak. “Orang tua harus melaporkan kepada kami agar kami pun dapat memberikan tindakan sesegera mungkin dalam menangani dugaan kecanduan pada anak. Penanganan yang terlambat hanya akan memperparah kecanduan dan kerusakan organ-organ vital pada pecandu,” pungkasnya.

#StopNarkoba (jam)