Sabtu, 18 November 2017
Majelis taklim Berperan Cegah Bahaya Narkoba di masyarakat

Gorontalo/Bone Bolango***Majelis Taklim merupakan lembaga Pendidikan diniyah non formal dimasyarakat yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan Akhlak Mulia bagi Jamaahnya. Majelis taklim menjadi salah satu lembaga pendidikan keagamaan yang dalam hal ini memiliki fungsi sebagai wadah untuk menimba ilmu agama, untuk interaksi dan komunikasi yang kuat antara para mubalig/penceramah dengan sesama anggota majelis taklim tanpa dibatasi oleh waktu.

Sebagai Implementasinya, Maka dari itu Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango  Mengadakan Agenda Pengkajian Keislaman dan diskusi pemahaman keagamaan yang dirangkaian dengan Pemberian Sosialisasi bahaya Narkoba di masyarakat Oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango pada Selasa siang (29/08) bertempat di masjid besar Al-Istiqomah Desa Molintogupo Kecamatan Suwawa Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh  puluhan ibu-ibu jamaah majelis taklim dari 8 desa di Kecamatan suwawa selatan dan diikuti juga oleh seluruh jajaran Pegawai KUA dan seluruh penyuluh agama di kecamatan Suwawa Selatan. Kegiatan ini sudah rutin tiap bulan dilaksanakan dan telah bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Suwawa selatan dan Forum Komunitas Penyuluh agama se Kecamatan Suwawa Selatan.

Sejalan dengan hal itu, BNNK Bone Bolango Menilai Majelis taklim dapat berperan penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di masyarakat. Kehadiran Majelis taklim, terutama ibu-ibu jamaah pengajian dapat membentengi dirinya dan keluarganya dengan upaya-upaya pencegahan narkoba melalui penyampaian bahaya narkoba di setiap kegiatan keagamaan di majelis tersebut.

Kepala BNNK Bone Bolango, Abdul Haris Pakaya, S.Pd. Msi yang hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa di majelis taklim ini, selain diberikan pemahaman agama juga ada baiknya ibu-ibu juga harus tahu bahaya dan dampak narkoba di keluarga, khususnya di kalangan anak muda yang rentan terkena dampak narkotika. Haris juga menjelaskan bahwa narkoba dapat merusak sel-sel otak dan dapat merusak moral dan keimanan kita.

“Narkoba ini sudah marak dimana-mana, bahkan sudah darurat, efek dari narkoba ini bahkan dapat membuat orang yang menyalahgunakannya berujung pada kematian, papar haris.

“Narkoba adalah Musuh kita bersama, ibu-ibu harus selalu waspada dan kontrol terus pergaulan anak, jikalau terjadi hal-hal mencurigakan yang terkait penyalahgunaan narkoba, baik itu penyalahgunaan obat, lem dan bahan adiktif lainnya segera lapor ke BNN, Tegasnya.

Melalui majelis ini, pihak BNN Berharap informasi bahaya narkoba dapat tersebarluaskan secara merata di berbagai kalangan dan lingkungan terdekat, ibu-ibu yang memiliki anak agar dapat melakukan pembinaan terhadap anak untuk menjauhi narkoba, para orang tua juga diharapkan agar memiliki pengetahuan dasar tentang narkoba, tambahnya. Diakhir materinya Haris juga menjelaskan berbagai jenis dan efek narkoba yang berbahaya dan sering disalahgunakan oleh pecandu kepada ibu-ibu jamaah majelis taklim.

Kepala BNNK tersebut berharap Kegiatan-Kegiatan seperti majelis taklim ini dapat berjalan secara efektif dan dapat mengikutsertakan pihak BNNK dalam Kegiatan keagamaan lainnya dalam usaha memerangi bahaya narkoba di daerah itu.  

Selain itu juga, Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala kantor Kementrian agama, Drs. Suleman Tongkonoo,M.Hi.  Suleman mengakui cukup mengapresiasi Kegiatan dari BKMT Suwawa selatan. Menurutnya kelompok majelis taklim perlu diperkuat, dan terus aktif dalam melakukan kegiatan peningkatan pemahaman keagaman.

Suleman pun selalu mendukung dan terus bersinergi dengan Pihak BNNK Bone Bolango untuk terus mensosialisasikan dan memerangi bahaya narkoba di bone bolango.

“mari kita bersama Perangi narkoba di daerah kita, narkoba itu merusak fisik dan mental, selain merusak di dunia narkoba pun dapat merusak akhlak dan iman kita dan dapat membawa kemudharatan, satukan tekad demi kemaslahatan umat untuk mencegah narkoba ini dari diri kita, paparnya. #StopNarkoba(rul)