Sabtu, 18 November 2017
Kewaspadaan Masyarakat akan Narkoba Harus Ditingkatkan

Gorontalo/Bone Bolango,- Kewaspadaan masyarakat akan bahaya narkoba perlu ditingkatkan. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango menilai, salah satu penyebab maraknya penyalahgunaan narkoba adalah pengetahuan masyarakat yang masih minim mengenai narkotika, psikotropika, dan bahan-bahan adiktif lainnya.

Hal ini diungkapkan Plt Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Bone Bolango, Mulyati Imran SKM, di depan para penyuluh agama Kecamatan Bone, saat melakukan  supervisi advokasi penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, Senin (21/08) lalu.

Mulyati mencontohkan, banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa narkoba sebenarnya dapat ditemukan dalam berbagai macam barang sehari-hari. “Misalnya, benda-benda berbau tajam seperti lem, bensin, tiner, spidol, sampai kuteks adalah bahan-bahan adiktif jenis inhalan, yaitu zat yang dapat mengakibatkan kecanduan dengan cara dihirup,” terangnya.

Ketidaktahuan ini menurut Mulyati akan berimbas pada kurangnya kewaspadaan orang tua akan perilaku sehari-hari anak. “Inhalan tidak bisa disepelekan. Kami menemukan beberapa kasus di mana kecanduan inhalan dapat berujung kematian.”

Untuk itu ia mengharapkan para penyuluh agama dapat berperan aktif dalam memberi edukasi kepada masyarakat melalui ceramah-ceramah agama dan pertemuan rutin yang dilaksanakan di desa-desa.

Di hari yang sama, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNNK Bone Bolango, Risna Umar SKM, yang melakukan supervisi di Kecamatan Bone Raya mengapresiasi antusiasme para penyuluh agama dalam menerima materi mengenai bahaya narkoba. Ia berharap materi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat sebagai upaya lintas sektor dalam memerangi bahaya narkoba di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

“Bahaya yang ditimbulkan penyalahgunaan narkoba dapat menghancurkan satu generasi. Artinya dampak ini akan terasa selama 40 tahun. Narkoba bisa membuat sebuah negara makmur menjadi negara gagal,” tegasnya.

Kegiatan supervisi ini sendiri dilaksanakan di lima kecamatan di wilayah Bone Pesisir dan diikuti 55 orang penyuluh agama. Kelima kecamatan yakni Kecamatan Bone Pantai,  Kecamatan Kabila Bone,  Kecamatan Bone, Kecamatan Bone Raya, dan Kecamatan  Bulawa.

Sebelumnya, BNNK Bone Bolango telah melakukan supervisi di delapan kecamatan di wilayah Bulango-Tapa cs, dan Suwawa cs. Rencananya kegiatan ini akan mencakup seluruh KUA di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bone Bolango, sebagai bagian dari kerjasama antara BNNK dengan Kantor Kementerian Agama Bone Bolango.#Stopnarkoba.