Kamis, 21 Juni 2018
Kemenag Bone Bolango Perkuat Peran Penyuluh Agama dan KUA dalam upaya P4GN

Gorontalo/Bone Bolango, Dalam rangka mewujudkan penyusunan kebijakan anti narkoba, Jajaran Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone Bolango mengikuti Penguatan asistensi pembangunan berwawasan anti narkoba yang diselenggarakan oleh seksi Pencegahan dan pemberdayaan masyarakat Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango pada Rabu (24/05) bertempat di maqna hotel kota gorontalo.

Sejumlah 30 Orang Peserta di lingkungan Kementrian agama Kab. Bone Bolango yang terdiri dari Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Penyuluh agama Se-Bone Bolango mengikuti kegiatan di bidang pencegahan narkoba yang bertema “Peranan KUA dan Penyuluh agama dalam mengokohkan keimanan sebagai benteng menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan pemerintah”.

BNNK Bone Bolango yang saat ini telah menjalin kesepakatan dengan Kemenag  berupaya turut serta menciptakan dan membangun aparat di instansi tersebut untuk dapat pro aktif dalam mencegah dan mendukung penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.   

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kab. Bone Bolango, Drs. Suleman Tongkonoo, M.Hi yang juga didaulat sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.

Dalam materinya di hadapan aparat kemenag, suleman mengatakan bahwa penting bagi para Penyuluh agama dan Kepala KUA untuk mengetahui informasi narkoba yang  marak beredar di zaman sekarang. Peran Penyuluh agama dan Kepala KUA sebagai ujung tombak informasi pembangunan keagamaan di tingkat desa, termasuk informasi penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak mental dan iman di masyarakat.

“Sesuai dengan visi dan misi dari Kemenag bahwa agar dapat meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama di masyarakat, salah satunya dengan memberikan informasi mengenai narkoba kepada masyarakat, sebab narkoba ini dalam agama terlalu banyak mudaratnya daripada manfaatnya, “ papar suleman membuka acara asistensi tersebut.

Selain itu para penyuluh agama yang telah dibekali dengan materi-materi mereka pun harus mempunyai iman dan mental yang kuat, “ walaupun pengetahuan tentang materi narkoba bagus namun iman dan mentalnya rusak, otomatis rusak pula perilakunya dan akibatnya bisa terlibat penyalahgunaan narkotika, seperti Kasus yang terjadi baru-baru ini seorang ustad terlibat kasus narkoba, ujar suleman berpesan.

Suleman juga menyampaikan bahwa saat ini Kementrian agama melalui KUA di tiap kecamatan tengah berupaya menyisipkan materi narkoba dalam program pembinaan Catin (Calon Pengantin) sewaktu mendaftar menikah, “mereka diberikan bimbingan dan pembinaan tentang penyalahgunaan, dampak dan bahaya narkoba, sekurang-kurangnya mereka mendapatkan brosur materi narkoba agar mereka tahu apa efek jahat dari narkoba itu, terang Suleman.

Sementara itu narasumber lainnya yang tampak hadir di kegiatan asistensi tersebut yakni Kepala Bidang P2M BNNP Gorontalo, Abdul Muchars Daud, SE yang menyampaikan materi Upaya lembaga keagamaan dalam menciptakan pembangunan berwawasan anti narkoba.

Muchars menjelaskan salah satu bentuk lembaga yang berperan dalam pembangunan anti narkoba adalah lembaga yang didalamnya telah terbentuk relawan penggiat anti narkoba yang bertugas untuk mengamalkan informasi P4GN di lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat.

Muchars berharap agar para penyuluh agama dan Kepala KUA di kabupaten Bone Bolango yang telah menjadi penggiat anti narkoba dapat memberikan wawasan dan informasi pencegahan narkoba secara berkesinambungan.

Diakhr Kegiatan, Kepala BNNK Bone Bolango Abdul Haris Pakaya, S.Pd M.Si yang menutup Kegiatan tersebut turut serta memberikan muatan materi P4GN dan mengukuhkan para penyuluh agama serta Kepala KUA sebagai penggiat anti narkoba di lingkungan pemerintah guna sebagai dasar untuk implentasi awal dari peran dan tugas para Penyuluh agama dalam mensosialisasikan bahaya narkotika di tiap kelompok masyarakat. #Stopnarkoba(rul)

 

foto : Kepala BNNK Bone Bolango sedang mengukuhkan peserta menjadi penggiat anti narkoba di lingkungan Kemenag (hmsbnnkbb.jam/rul)