Sabtu, 18 November 2017
Kegiatan P4GN Terpadu di Kecamatan Bone

Gorontalo/Bone Bolango— Kecamatan Bone dinilai menjadi wilayah paling rawan dan marak penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Bone Bolango. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Utara dan banyaknya pelabuhan tikus di sekitar garis pantai membuat kecamatan ini harus mendapatkan perhatian lebih.

Menimbang hal itu BNNK Bone Bolango menggelar rangkaian kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terpadu, Kamis-Jumat (24-25/08) di Kecamatan tersebut.

Kegiatan ini melibatkan semua seksi di BNNK Bone Bolango. Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), misalnya menggelar penyuluhan bertajuk Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) di kalangan masyarakat yang digelar di SMAN 1 Bone, yang melibatkan para orang tua siswa.

Kepala BNNK Bone Bolango, Abd. Haris Pakaya, S.Pd, M.Si, di hadapan para peserta kegiatan mengharapkan peran aktif orang tua dalam mengingatkan anak-anak dan lingkungannya akan bahaya narkoba. “Harus waspada jika anak mulai melakukan hal-hal tidak lazim seperti membeli obat batuk berlebihan, menyimpan korek api dan kaleng lem, atau mulai berkeliaran mencari jamur atau kecubung. Sebab semua itu dapat mengindikasikan kalau si anak mulai mengenal dan mengonsumsi narkoba,” ujar Haris.

Kepala seksi Rehabilitasi BNNK Bone Bolango, Devi Aryani Kum, SE.MM, yang menjadi narasumber kedua menjelaskan, Pengguna narkoba merupakan orang sakit yang wajib disembuhkan. “Orang tua yang menemukan anaknya menyalahgunakan narkoba segera bawa ke BNN, jangan malu dan takut karena penyalahguna narkoba itu bukan aib, Mereka adalah orang sakit yang wajib disembuhkan,”terang Devi.

Devi menegaskan, orang tua yang melaporkan anaknya, saudaranya maupun kerabatnya yang terkena penyalahgunaan narkoba tidak akan dijerat sanksi hukum.

Di tempat yang sama Seksi Rehabilitasi mengadakan tes urine dan assessment dengan mengambil sampel 60 orang siswa. Hasil assessment menunjukkan adanya penyalahgunaan bahan adiktif pada 8 orang siswa. Kebanyakan adalah pecandu lem, dan lainnya obat batuk. Kedelapan penyalahguna ini kemudian dirujuk ke Puskesmas Bone Pantai untuk menjalani rehabilitasi rawat jalan.

Pada malam sebelumnya Seksi Pemberantasan melaksanakan razia dan tes urine di sejumlah tempat hiburan malam di sepanjang pesisir Kecamatan Bone Pantai, Bulawa, Bone Raya, dan Bone. Hasilnya satu orang pemuda berinisial FK diamankan karena positif menggunakan methafetamine. FK juga dirujuk menjalani rehabilitasi rawat jalan di Puskesmas Bone Pantai.

Di hari yang berbeda, Seksi P2M juga menggelar kegiatan KIE untuk para Kepala Desa, Kepala Dusun, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda se-Kecamatan Bone.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, BNNK menggelar pemutaran film bermuatan P4GN di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bone. Kegiatan ini mendapatkan perhatian ratusan warga yang antusias menonton film tentang bahaya narkoba.#StopNarkoba