Sabtu, 18 November 2017
Kadinkes Bone Bolango: Ketergantungan Narkotika Adalah Penyakit

BONE BOLANGO/GORONTALO – Ketergantungan atau adiksi narkotika merupakan suatu penyakit yang berhubungan dengan otak. Penyakit ini mengubah struktur dan fungsi otak  sehingga perilaku pecandu ikut berubah. Selain mempengaruhi pecandu itu sendiri, ketergantungan narkotika juga mempengaruhi dan mengganggu orang di sekitarnya.

Hal tersebut dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, dr. Meyrin Kadir saat memaparkan materi mengenai Peran Pemerintah Daerah Dalam Rangka Penyelenggaraan Rehabilitasi Medis  Penyalahguna Narkotika, di Hotel Amaris, Kota Gorontalo, Selasa (14/02).

dr. Meyrin yang bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Bone Bolango antara BNNK Bone Bolango dengan instansi terkait itu mengingatkan peran rehabilitasi dalam mengatasi penyakit akibat ketergantungan narkoba.

“Penyakit karena adiksi narkoba biasanya berlangsung lama dan dapat kambuh. Rehabilitasi dapat membantu mengubah perilaku negatif menjadi positif. Mal adaptif  menjadi  adaptif,” ujarnya.

Meyrin melanjutkan, aturan mengenai Rehabilitasi Medis Pecandu, Penyalahguna dan Korban Penyalahguna Narkotika telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) 2415 tahun 2011. Dalam aturan itu disebutkan Rehabilitasi Medis dilaksanakan di fasilitas rehabilitasi medis yang diselenggaran oleh pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat meliputi  Rumah Sakit Puskesmas, atau lembaga rehabilitasi yang menyelenggarakan rehabilitasi medis.  

“Proses Rehabilitasi Medis meliputi assesmen, penyusunan laporan rehabilitasi, program rehabilitasi rawat jalan atau rawat inap dan program pasca rehabilitasi,” tambahnya.

Akan halnya Bone Bolango, ungkap Meyrin, rehabilitasi medis pecandu telah sepenuhnya didukung Pemda melalui Dinkes, dan dilaksanakan di fasilitas rehabilitasi medis seperti RS Toto dan RS Tombulilato, serta beberapa puskesmas dan klinik.

RS Tombulilato, sesuai dengan izin yang dikeluarkan Kemenkes melayani rawat inap. Sementara Klinik telah mulai melakukan penjaringan. Klinik lain juga yang melayani assessment dan konseling adalah klinik Anugerah, klinik Tilong Kabila, dan klinik Ademimi. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas, peralatan dan sumber daya manusia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP Gorontalo, Budi Kurniawan Kiayi, SH. Budi menjelaskan pihak BNNK Bone Bolango memahami permasalahan tersebut. Untuk itu pihaknya membuat MoU yang berisi butir-butir perjanjian kerjasama tentang pelaksanaan dukungan peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis instansi pemerintah.

Lembaga rehabilitasi instansi pemerintah yang telah ditunjuk diwajibkan menyediakan ruangan khusus konseling dan tenaga medis yang akan dilatih oleh BNNK dalam rangka member pelayanan rehabilitasi rawat jalan. “Kami akan beri penguatan rehabilitasi untuk petugas yang ada di puskesmas, baik untuk perawat dan dokternya. Paling banyak pelatihan yakni setahun tiga kali pelatihan,“ ujarnya.

Budi melanjutkan, dalam praktiknya nanti residen (pasien rehabilitasi narkoba) akan dibebaskan dari biaya. “Pembiayaan ditanggung BNNK, yang meliputi delapan kali konseling.”

Dalam kegiatan ini juga dilangsungkan penandatanganan MoU antara BNNK Bone Bolango dengan tiga lembaga rehabilitasi medis yang ditunjuk pemerintah yakni Puskesmas Bonepantai, Puskesmas Kabila, dan Puskesmas Suwawa, dalam hal pelaksanaan rehabilitasi rawat jalan di untuk wilayah Bone Bolango. #StopNarkoba (Jam)