Kamis, 22 November 2018
Bupati Bone Bolango Canangkan Uji Coba Kurikulum Anti Narkoba

Bone Bolango/Gorontalo- Bupati Bone Bolango, Hamim Pou S.Kom, MH, mencanangkan Uji Coba Kurikulum Terintegrasi Anti Narkoba, Rabu (24/01) di SDN 7 Bulango Selatan. Pencanangan ini dilaksanakan di pelataran SDN 7 Bulango Selatan, Desa Huntu Selatan, Bone Bolango.

Dalam sambutannya Bupati Bone Bolango menyampaikan harapannya akan keberhasilan kurikulum terintegrasi bebas narkoba ini. Bupati mengapresiasi BNNK Bone Bolango yang telah melakukan terobosan sehingga Kabupaten Bone Bolango menjadi daerah pertama di Indonesia Timur yang menerapkan Kurikulum Terintegrasi Anti Narkoba.

“Kurikulum di terintegrasi anti narkoba ini bukan yang pertama di Indonesia. Saya yakin beberapa daerah sudah ada yang melaksanakan. Namun di wilayah Indonesia Timur, Kabupaten Bone Bolango menjadi tempat pertama kali ada kurikulum ini. Saya mengapresiasi langkah BNNK Bone Bolango dalam melakukan teroboson di bidang pencegahan narkoba yang diintegrasikan dengan pendidikan dasar.”

Bupati mengungkapkan bahwa meskipun program ini baru dilaksanakan di SDN 7 Bulango Selatan, semangat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pendidikan juga harus dilaksanakan di sekolah-sekolah yang lain. Bupati meminta para pendidik yang berada di wilayahnya untuk selalu membimbing siswa dalam memahami bahaya narkoba baik lewat pelajaran maupun bahan bacaan tambahan

Ketua DPRD Bone Bolango, Faisal Mohie yang hadir di kesempatan yang sama menyambut baik kurikulum ini. Menurut Faisal program ini perlu didukung payung hukum yang kuat dan tegas. Pihaknya sedang menggodok Rancangan Peraturan Daerah Mengenai Kawasan Bebas Narkoba Kabupaten Bone Bolango, yang diharapkan dapat memberi penguatan dan dukungan secara hukum.

“Saat ini sedang dilakukan persiapan membahasa Ranperda tersebut. Rencananya pada Triwulan I tahun ini Ranperda Kawasan Bebas Narkoba dapat kita sahkan menjadi Perda.”

Hadir dalam kegiatan ini  Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, diwakili Ketua Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS Gorontalo, Dra. Hj. Sofia Tuloli Bano, M.Pd., Kepala BNNP Gorontalo, diwakili Kabag Umum BNNP Gorontalo, AKBP Hadra Dotulong SH., Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Bone Bolango, Taufik Sidiki., Kepala BNNK Bone Bolango, Abd. Haris Pakaya, S.Pd, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bone Bolango, Marni Nisabu, S.Pd, M.Pd, Plt Camat Bulango Selatan Sukriyanto Katili dan Kepala SDN 7 Bulango Selatan Haidari Adam, S.Pd

Acara kemudian dilanjutkan dengan peyerahan bingkisan berupa perlengkapan tulis menulis kepada perwakilan siswa oleh Bupati Bone Bolango dan tamu undangan yang lain. Kemudian para pejabat meninjau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan Kurikulum Terintegrasi Bebas Narkoba. Dengan sampel Kelas V SDN 7 Bulango Selatan. Dalam KBM diperlihatkan bagaimana materi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) diintegrasikan dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

Menurut Kepala BNNK Bone Bolango, Abdul Haris Pakaya, S.Pd, M.Si Kurikulum Terintegrasi Anti Narkoba ini merupakan hasil dari kegiatan studi banding seksi di Kota Surabaya. Meskipun format awalnya berasal dari BNNK Surabaya, kurikulum ini tetap dimodifikasi dan disesuai dengan kondisi riil yang ada di Bone Bolango sehingga dianggap memiliki ciri khas sendiri. #StopNarkoba.