Sabtu, 26 Mei 2018
BNNK Bone Bolango Rujuk Klien Voluntary Rehabilitasi Rawat Inap

Bone Bolango/Gorontalo- Guna Mengoptimalkan Layanan Rehabilitasi di Instansi Pemerintah, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolang melalui Seksi Rehabilitasi BNNK Bone Bolango Pada Senin (19/03) melakukan pengantaran klien/pasien penyalahguna bahan adiktif dan obat-obatan golongan hipnotik sedative-opiat analgesic untuk dilakukan rehabilitasi rawat inap.

Klien tersebut dilaporkan oleh orang tuanya di BNNK Bone Bolango pada sabtu malam (17/03) untuk dapat dilakukan perawatan atau terapi rehabilitasi. Menurut orang tuanya, KR (19) ini sudah memiliki riwayat penggunaan lem ehabond sejak tahun 2008. Selain itu menurut hasil assessment oleh petugas rehabilitasi di BNNK Bone Bolango, (KR) ini sudah teratur pakai sejak tahun 2008  menyalahgunaan zat adiktif pada lem ehabond dan memiliki riwayat penggunaan golongan obat hipnotik sedative-opiat analgesic.

Dari hasil Assesment awal itulah, Petugas Rehabilitasi di BNNK Bone Bolango dengan berkoordinasi dengan Kepala Seksi Rehabilitasi dan Kepala Seksi Brantas melakukan rujukan rawat inap pada klien di Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di Kabupaten Bone Bolango, Yakni di RSUD Tombulilato, Kec. Bone Raya.

Maka pada senin pagi, Kepala Seksi Rehabilitasi, Devi Aryani Kum, SE.MM didampingi Oleh Kepala Seksi Brantas BNNK Bone Bolango, AKP Fredy Rubai,SH dan petugas rehabilitasi beserta keluarga klien melakukan pengantaran klien (KR) untuk dilakukan rehabilitasi rawat inap di RSUD Tombulilato.

Di RSUD Tombulilato, Tim Rehabilitasi BNNK Bone Bolango disambut oleh Dokter Penanggung jawab RSUD, dr. Rahmat dan langsung melakukan serah terima klien yang akan direhab rawat inap. sesampainya disana dokter rahmat melakukan pemeriksaan urine pada klien dan melakukan pemeriksaan darah rutin, pemeriksaan fisik lainnya.

Menurut Dokter penanggung jawab pasien/Klien Penyalhguna Napza di RSUD tersebut, mereka(pasien yang masuk dsini), akan menjalani serangkaian proses rehabilitasi rawat inap, “Segala prosedur sudah kami tetapkan, klien yang masuk harus menjalani mekanisme yang ada di dalam Rumah Sakit ini, dari awal sampai akhir dan bahkan sampai mereka pulih dari kecanduan penyalahgunaan bahan adiktif tersebut”, tutur dokter rahmat.