Kamis, 22 November 2018
BNNK Bone Bolango Rencanakan Terapkan Pendidikan Anti Narkoba di tiap Sekolah Dasar

Bone Bolango/Gorontalo- Sebanyak 30 orang kepala sekolah tingkat sekolah dasar (SD) hadir dalam kegiatan Asistensi Penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba di institusi pendidikan pada senin pagi (15/10). Adapun maksud dari kepala sekolah itu dihadirkan yakni dalam rangka penerapan kurikulum terintegrasi pendidikan anti narkoba di tingkat sekolah dasar oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango melalui seksi Pencegahan dan Pemberdayaan masyarakat (P2M). Bertempat di hotel amaris kota gorontalo, Kepala sekolah yang hadir berasal dari sekolah di wilayah kabila,botupingge,suwawa,tilongkabila,tapa, dan bulango Cs.

Kegiatan Asistensi tersebut menghadir narasumber dari BNNP Gorontalo, yakni Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Polisi Drs. Oneng Subroto, SH.MH dalam sambutannya membuka acara tersebut, Subroto menyampaikan kepada kepala sekolah yang hadir bahwa pembentukan kurikulum pendidikan anti narkoba ini bersifat tidak memberatkan dan bersifat mengenalkan bahaya narkoba bagi siswa. Menurut subroto, dengan penerapan pendidikan anti narkoba sejak dini, siswa dapat mengetahui betapa buruknya dampak narkoba bagi kehidupan.

Selain membuka acara pada hari itu, Kepala BNNP juga bertindak sebagai narasumber, Ia Mengingatkan kepala sekolah yang diundang tersebut dapat membuat suatu kebijakan P4GN terkait pelaksanaan kurikulm anti narkoba di sekolahnya masing-masing.

Pada kegiatan itu juga, BNNK bone bolango bersama pihak sekolah melakukan penandatangan kerja sama (Mou) terkait pelaksanaan Penerapan integrasi kurikulum pendidikan anti narkoba di tingkat sekolah dasar (SD). Selain melakukan (Mou) kepala sekolah juga dibekali dengan materi P4GN dari Kepala BNNK Bone Bolango, Abdul Haris Pakaya, S.Pd dan Kepala Seksi P2M, Mulyati Imran, SKM

Dalam materi yang disampaikan oleh Kepala BNNK bone bolango, abdul haris pakaya, kepala sekolah wajib mengetahui apa saja jenis narkoba, dampak dan bahayanya bagi siswa. Selain itu kepala sekolah di tiap sekolahnya wajib membekali calon relawan anti narkoba dengan materi P4GN dan kemampuan menyampaikan pesan-pesan anti narkoba.

Mulyati Imran, SKM Selaku Kasie P2M di BNNK bone bolango, menyampaikan bahwa partisipasi orang tua sangat dibutuhkan dalam penerapan kurikulum pendidikan anti narkoba di sekolah. Menurutnya cara yang bisa dilakukan sekolah adalah dengan membentuk jaringan orang tua untuk bersama-sama mengatasi maslah narkoba.

Kemudian mulyati juga menambahkan bahwa kepala sekolah dan guru juga perlu dibekali dengan pendidikan dan pelatihan pncegahan narkoba. “cara ini bisa bekerja sama dengan pihak kami BNNK Bone Bolango, Melalui bimbingan dari petugas yang ada di BNNK Bone Bolango, ujar mulyati.

Diakhir kegiatan, pihak Sekolah dan Pihak BNNK bone bolango mencapai kesepakatan untuk membuat jadwal kegiatan pertemuan terkait rencana aksi penerapan kurikulum terintegrasi pendidikan anti narkoba di tiap wilayah di sekolah yang sudah dijadwalkan pada minggu kedua bulan oktober ini. Menurut mulyati, bahwa kegiatan pencanangan pendidikan anti narkoba tersebut rencananya akan di laksanakan pada bulan november mendatang dan akan dihadiri oleh Bupati bone bolango.#StopNarkoba(rul)