Kamis, 25 Mei 2017
BNNK Bone Bolango Gelar Workshop Bagi Pendidik dan Siswa

Bone Bolango/ Gorontalo—Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango gelar workshop Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba bagi para pendidik dan siswa yang ada di daerah tersebut. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari siswa/relawan, Kepala Sekolah dan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari sepuluh sekolah di Kabupaten Bone Bolango mengikuti kegiatan ini, Rabu (14/12) di Hotel Amaris, Kota Gorontalo.

Menurut Kepala BNNK Bone Bolango, Abd. Haris Pakaya, S.Pd, M.Si, dalam sambutannya menyatakan,  masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan salah satu masalah serius yang terus menyita perhatian masyarakat dunia, bahkan presiden Joko Widodo secara khusus telah menyatakan indonesia darurat narkoba.

Lanjutnya lagi, penyalahgunaan narkoba adalah sebuah fenomena yang dapat memicu efek berantai yang sifatnya destruktif. “Fenomena ini dapat memicu rentetan kenakalan  lainnya seperti bullying atau perundungan di sekolah, perkelahian antar pelajar, seks bebas, dan pornografi. belum lagi dampak yang ditimbulkan seperti depresi pada remaja, hilangnya semangat untuk mengejar prestasi, kehamilan di luar nikah, penyakit menular seksual, menurunnya kualitas kesehatan generasi muda, sampai naiknya angka bunuh diri di kalangan remaja,” terang Kepala BNNK Bone Bolango.

Haris yang kemudian memberikan materi Kebijakan dan Strategi Nasional P4GN di Lingkungan Pendidikan Kab. Bone Bolango mengatakan dalam paparannya, setiap pendidik di sekolah wajib memberdayakan anak didiknya agar para anak didik bersangkutan dapat menyibukkan diri sehingga dengan demikian dapat dijauhkan dari godaan narkoba. Selain itu, dengan menyalurkan minat dan bakat ke arah yang positif diharapkan para relawan dapat menjadi tauladan dan inspirasi bagi sesama kawannya.

Selain pemberian materi, dalam workshop sehari ini para pendidik dan relawan/siswa diminta untuk merancang rencana aksi tentang bagaimana mengatasi orang yang terindikasi narkoba di lingkungan sekolah, bagaimana melakukan pencegahan dini, dan seperti apa implementasi pemberdayaan terhadap mereka yang telah pernah menjadi pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba. Di akhir workshop para peserta menyepakati adanya penyuluhan terpadu di setiap upacara bendera yang akan didahului dengan pelatihan secara bergiliran bagi relawan di masing-masing sekolah yang telah ditunjuk.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Bone Bolango, Akib Adiwijaya, Am.Kl menjelaskan, tujuan  utama digelarnya workshop ini adalah untuk menekan angka prevalensi korban penyalahguna dan pecandu narkoba di lingkungan pendidikan.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk menjadikan para pendidik dan siswa mahir dan mampu melaksanakan tugas menyampaikan informasi P4GN di lingkungan pendidikan masing-masing. “Hal terkait peran mereka sebagai perpanjangan tangan BNN dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Bone Bolango,” pungkasnya. #StopNarkoba