Sabtu, 18 November 2017
Awas, Salah Konsumsi Obat Bisa Kecanduan

Gorontalo/Bone Bolango,- Masyarakat diharapkan berhati-hati mengonsumsi obat-obatan. Menggunakan obat, terutama obat keras untuk kepentingan medis, penting melengkapi diri dengan dokumen yang sah, misalnya resep dokter. Jika hal ini diabaikan, pengguna obat akan menjadi penyalahguna dan berakibat kecanduan.

Hal ini diungkapkan penyuluh narkoba ahli pertama BNNK Bone Bolango, Muzzammil Massa, S.Sos di hadapan para penyuluh agama, di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kabila Selasa (22/08) lalu.

Muzzammil mengungkapkan, penggunaan obat keras ini sudah diatur dalam Pasal 43 Ayat 3 dan 4 Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Sesuai pasal tersebut narkotika boleh digunakan untuk kepentingan medis selama berdasarkan resep dokter yang memiliki izin praktik yang sah. Penggunaan obat-obatan harus dilakukan di bawah pantauan dan petunjuk dokter untuk mencegah efek samping seperti kecanduan,” jelasnya.

Memang, menurut Muzzammil,  yang diatur dalam UU 35 2009 hanyalah obat-obatan yang masuk dalam daftar narkotika Golongan I, II, dan III, akan tetapi sebaiknya masyarakat tetap berhati-hati, karena banyak juga beredar obat bebas dengan kandungan narkotika dan psikotropika dengan dosis yang kecil.

“Yang jelas, mencegah lebih baik daripada mengobati. Usahakan meminta resep kepada dokter sebelum mengonsumsi suatu jenis obat,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa orang yang tidak sengaja kecanduan biasanya dianggap korban dan lebih diprioritaskan untuk mendapatkan terapi rehabilitasi. Muzzammil mengharapkan masyarakat melaporkan diri kepada BNN jika merasa mengalami kecanduan obat tertentu. “Melapor diri atau voluntary tidak akan dipidana,” tegasnya.

Penyuluhan yang dilakukan BNNK Bone Bolango ini merupakan bagian dari  supervisi advokasi penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba di lingkungan kementerian Agama Kabupaten Bone Bolango. Sebanyak 58 Penyuluh agama terlibat dalam kegiatan yang digelar di tiga KUA pada hari yang sama tersebut. Selain KUA Kabila, supervisi juga dilakukan di KUA Tilongkabila dan KUA Botupingge.

Plt Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Bone Bolango, Mulyati Imran, SKM berharap, selepas kegiatan ini para penyuluh agama dapat menjadi bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba dengan meneruskan informasi yang berkaitan dengan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada masyarakat.

“Dengan kemampuan menyuluh, dan sumber daya yang dimiliki teman-teman penyuluh agama, kami yakin informasi tentang jenis, bahaya dan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat tersebar merata di semua kecamatan yang ada di Bone Bolango,” harapnya.

Mulyati juga meminta setiap warga yang telah mendapatkan informasi tentang P4GN untuk meneruskan lagi informasi tersebut kepada warga yang lain. Dengan demikian diharapkan akan terbentuk suatu jaringan kewaspadaan di masyarakat untuk menekan prevalensi penyalahguna narkoba, menuju Kabupaten Bone Bolango dan Indonesia bebas dari jeratan narkoba.#Stopnarkoba.